Cinta Cenat Cenut 2
Episode perdana Cinta Cenat Cenut 2 yang akan ditayangkan Sabtu
(3/12/2011) besok mengisahkan tentang SMASH yang kembali setelah dua
tahun vakum dari dunia entertaiment.
Sebelumnya mereka sebagian ada yang meneruskan sekolah di luar
negeri, sebagian lagi beraktivitas masing-masing dengan bersolo karir.
Di kampus baru ini, SMASH bertemu dengan Candy (Faby Maecelia),
seorang cewek band yang tomboy dan gemar makan permen karet. Dia dan
temannya Raka (Joshua Otay) dan Chandra (Aira Sondang) yang tergabung
dalam band Bubble Gum sangat tidak menyukai kedatangan SMASH di kampus
mereka karena termasuk Antis (anti SMASH).
Sementara Rafael yang sedang patah hati kerena ditinggal pacarnya
begitu saja tanpa alasan jelas, suatu hari mendengar Bubble Gum yang
sedang manggung dan membawakan lagu patah hati.
Rafael merasa tersinggung dan tersindir dengan lagu itu, sehingga
dengan kuasanya sebagai anak orang kaya nomer 5 di Indonesia, meminta
orang yang bersangkutan untuk menghentikan aksi panggung Bubble Gum. Hal
ini memicu kemarahan Candy sehingga Bubble Gum dan SMASH pun terlibat
perselisihan.
Selain kisah Rafael dan Candy, ada juga kisah Morgan yang kini
bertemu dengan cewek misterius asal Jepang bernama Hime (Aelka Mariska).
Episode
perdana “Cinta Cenat Cenut 2″ dibuka dengan hari pertama anak-anak
SM*SH masuk kuliah sebagai mahasiswa.
Di
kampus tersebut, SM*SH bertemu dengan Candy (Faby Marcelia) seorang
cewek band yang tomboy dan gemar mengunyah permen karet.
Dia
dan dua temannya, Raka (Joshua Otay) dan Candra (Aira Sondang) yang
tergabung dalam band “Bubble Gum”, sangat tidak menyukai kedatangan
SM*SH. Mereka masuk dalam komunitas AntiS (Anti SM*SH).
Candy
paling sering berkonflik dengan Rafael, anak orang paling kaya nomor
lima di Indonesia. Pernah satu ketika Rafael mendadak menghentikan aksi
panggung band Bubble Gum hanya karena menyanyikan lagu yang dianggap
menyindirnya. Dari situ, hubungan mereka semakin memanas.
Selain
Rafael dan Candy, ada juga kisah Morgan yang kini bertemu dengan cewek
misterius asal Jepang bernama Hime (Aelke Mariska).
Sinopsis Cinta Cenat Cenut 2
"Prok prok prok prok.." suara tepuk tangan penonton terdengar saat keras. "Terimakasih, terimakasih" ucap seorang gadis yang berdiri di panggung. "Lagu yang saya nyanyikan tadi, saya persembahkan kepada dia, dia yang telah membuat saya dapat berdiri lagi disini. Thanks, you're really my best ever friend." Mendengar perkataan itu, semua penonton langsung melanjutkan tepuk tangan yang sangat keras, sungguh-sungguh keras sekali. Cewek tersebut lalu turun dari panggung dan pergi mengandeng seorang cowok yang rumornya sekarang adalah pacarnya..
5 tahun yang lalu..
KRING..KRING..KRING.. Jam
menunjukkan pukul 07.30..
"ADUH..
Telat audisi nih. Aduh aduh aduh... Ah!" Teriakan terdengar dari kamar
yang berada di lantai 2. Cewek tersebut langsung siap-siap dengan cepat.
Mandi, gosok gigi, dan memakai baju yang telah dia sediakan 2 hari yang
lalu..
"Aduh, Linzy sayang. Jangan
teriak-teriak dong!" kata mamanya dengan sabar.
"Linzy telat, permisi permisi mbak"
"Aduh non, mbak lagi ngepel hati-hati jangan
sampe jatuh dong!" ngomel si mbak yang lagi mengepel lantai dengan susah
payah dan diinjak dengan gampang.
"Aduh
ma, Linzy telat! Ini Linzy langsung pergi aja ya. Bye ma." mencium
mamanya dan mengambil 1 roti bakar dipiring..
"Aduh anak ini, ga pernah berubah ya.." mama
Linzy mendumel sendiri..
BIS menuju sekolah musik "Romeis"
telah tiba.. Semua masuk ke bis tersebut dengan cepat dan
tabrak-tabrakan..
"Aduh, aduh misi..
Aku duluan, misi dong. Ah!" Linzy bertabrakan dengan seorang cowok yang
agak gagah dan cowok tersebut juga tidak mau mengalah..
"Aduh, gue duluan yang masuk. Misi dong lo"
ucap cowok tersebut, tapi Linzy tetaplah Linzy yang tidak mau kalah, dia
menerobos pintu bis tersebut dengan cepat dan akhirnya dia yang masuk
duluan. Tapi, sialnya dompet Linzy terjatuh..
"Dasar cewek gila. Sampe-sampe dompet jatoh
aja gatau." cowok tersebut mengambil dompet Linzy dan membukanya..
"Linzy? Apa dia Linzy yang dulu? Lumayan
mirip sih.." ucap cowok tersebut sambil memegang dompet dan menatap
Linzy dalam-dalam..
Cowok tersebut
teringat masa kecilnya, saat pergi ke taman bermain dia pernah tersasar
dan bertemu dengan gadis kecil yang tersasar juga, saat melihat badut,
cewek tersebut takut sekali..
"Duh
dompet gue mana ya? Loh? Ada yang lihat ga?" kata Linzy dengan sangat
panik.
"Nih" cowok tersebut melempar
dompet Linzy.
"Aduh.." seorang
cewek yang duduk agak dekat dengan Linzy terkena lemparan tersebut.
"Mampus. Makanya jangan asal main lempar
doang dong!" ucap Linzy sambil memeletkan lidahnya. bweee..
"Sorry ya. Itu orang emang agak-agak sinting
dikit" kata Linzy kepada cewek yang duduk disebelahnya..
"Gpp kok. Semoga aja ga benjol. Haha. Eh ya,
gue angel. Lo siapa?"
"Gue Linzy.
Salam kenal ya. Mau masuk sekolah Romeis juga?"
"Yap.. hehe semoga audisinya berhasil deh ya."
"Iya. Semoga deh.." kata Angel..
"Yeeeey! Aku lulus YEAHHH!" teriak Linzy..
"Aku juga lulus !" ucap Angel kemudian..
"Heh cewek badut. Lulus lo?" tanya cowok yang tadi..
"Cewek badut? Lo ngomong sama gue?" tanya Linzy ke cowok tersebut..
"Loh itu cowok yang ngelempar dompet lo kan Zy?" tanya Angel.
"Eh iya. Sorry ya. Btw, kenalin nama gue Morgan."
"Angel"
"Morgan? Kayaknya gue pernah denger.. Nama siapa ya?" tanya Linzy..
"Heh.. Dasar nenek-nenek pikun. Ini gue, Morgan. Kita pernah nyasar bareng kan di taman bermain 5 tahun yang lalu. Dan lo si penakut badut." kata Morgan..
"HA? Apaan sih lo? Ngarang..!" balas Linzy sambil ketakutan bahwa kedoknya takut badut kebongkar..
"Jadi lo takut sama badut Zy?" goda Angel..
"Apaan sih!" Linzy ngambek dan langsung pergi..
Di sebuah taman yang kira-kira luasnya 2 hektar.. Linzy duduk termenung..
"Apa bener dia Morgan yang dulu? Tapi kok tingkahnya beda banget sih? Hahaha lucu juga ya.. Morgan yang dulu janji mau nikah sama gue. Ah, malu deh kalo ingat hal itu lagi. Tapi, masa sih dia Morgan? Hmm.." dumelnya sendiri..
"Iya, bener gue Morgan" tiba-tiba dari belakang Morgan yang mendengar semua dumelan Linzy menjawab.
"Sejak kapan lo disitu?" tanya Linzy..
"Sejak tadi..ha ha ha.." jawab Morgan.
"Oh, jadi lo denger semuanya dong? Sial." ucap Linzy agak malu-malu..
"Yup.. Haha ternyata ingatan lo ga seburuk yang gue kira." kata Morgan..
"Iya dong. Linzy." kata Linzy dengan PD..
Hari-hari Linzy menjadi lebih bahagia semenjak hadir Angel dan juga Morgan. Mereka berdua adalah teman sekaligus sahabat yang sangat amat dekat dengan Linzy.. Sampai suatu saat..
'Zy, gue pengen cerita nih.." kata Angel..
"Cerita ape? ngomong aje kali say.." canda Linzy..
"Gue serius Zy.." lanjut Angel.
"Apaan?" tanya Linzy
"Gue suka sama Morgan.. Dia baik banget" ucap Angel sambil menunjukkan muka yang terpesona.
"Ha?" Linzy kaget mendengar perkataan Angel.
"Kenapa? Lo juga suka sama dia?" tanya Angel agak curiga..
"Ha? Emm.. ya engga lah! Haha.." jawab Linzy dengan santai.
"Oo. gue kira. Di acara promnight kita, kira-kira dia mau ga ya jadi pasangan gue?" curhat Angel.
"Coba tanya aja, gel? Siapa tau mau. hehe" balas Linzy lagi..
"Oh ya. Ada acara prom ya. Gue dateng ga ya? Ah gausa deh. Ga ada pasangan juga." dumel Linzy..
Mendengar dumelan gadis yang bawel tersebut. Seorang cowok melangkah ke arahnya..
"Lo mau jadi pasangan gue di prom?" tanya cowok tersebut.
"Apa? Lo?" jawab Linzy dengan kaget.
"Iya, sama gue.Kenapa dut?" tanya Morgan..
"Dut? Lo panggil gue dut sekarang? Berani ya lo .__." maki Linzy.
"Zy, gue suka sama lo." (memegang tangan Linzy) " Lo mau kan jadi cewek gue?" tiba-tiba muka Morgan menjadi serius.
"HA? Lo jangan becan.." kata Linzy..
"Gue serius! Gue sayang sama lo. Lo ingat kan janji kita?" sambung Morgan.
"Inget.. tapi.."
"Gue sayang sama lo, Zy" potong Morgan..
Seseorang disana melihat kejadian tersebut, orang tersebut adalah Angel.
"Jadi lo.. Jadi.. kalian? kalian..PENGKHIANAT" Angel yang melihat kejadian tersebut langsung sangat amat terpukul. Angel berlari dan lari. Morgan dan Linzy sudah berusaha mengejarnya, tapi.. BRUK! Sebuah truk menabrak Angel, tapi seseorang melindunginya.. Orang tersebut adalah Linzy.
Angel pingsan karena tabrakan tersebut membuatnya SHOK, sedangkan Linzy. Luka yang lumayan berat mengenai kepalanya, Linzy langsung segera dioperasi..
"Bagaimana dok keadaan Angel dan Linzy?" tanya Morgan..
"Angel baik-baik saja, tapi Linzy..." kata dokter tersebut..
"Linzy kenapa dok? Anak saya kenapa?" potong mamanya Linzy.
"Maaf, kamu telah berusaha semampu kami, tapi Linzy tak dapat tertolongkan. Dia sempat menulis sebuah surat sebelum kepergiannya. Katanya ini untuk temannya, Angel." kata dokter tersebut sambil menyodorkan surat kepada mamanya Linzy.
"Linzy.. Linzy.. Kenapa kamu tinggalin mama nak? Kenapa?" teriak mamanya sambil berlutut dan juga meminta maaf..
Angel yang baru bangun dari pingsannya langsung melihat Morgan dan kaget.
"Gue ada dimana?" tanya Angel kepada Morgan..
Morgan langsung menceritakan tentang kejadian tabrakan tersebut..
"Terus.. Linzy mana? Gue harus cari Linzy.." kata Angel dengan panik.
"Nih.. sebelum dia pergi, dia kasi surat ini buat lo." kata Morgan sambil menyodorkan surat kepada Angel.
"Pergi? Maksud lo?" tanya Angel.
"Baca aja suratnya Gel.." jawab Morgan..
Isi surat Linzy buat Angel:
Halo. waktu lo
ngebaca surat gue, gue yakin, gue udah ga ada disana.. Angel, sedikitpun
gue ga pernah berfikir buat ngekhianatin lo. maafin gue, tapi
bener. gue sama morgan ga ada hubungan apa-apa kok. Oh ya dulu lo pernah
nanya sama gue, apa cita-cita gue kan? cita-cita gue adalah gue pengen
nyanyi di panggung,nyanyi buat semua orang. gue pengen banget.tapi gue
rasa itu udah ga mungkin..tapi lo.lo masih bisa ngelanjutin impian
lo,Gel. dan jangan lupa kejar cinta lo sama Morgan. thank you, you're
really my best ever friend :)
New Sheet
Gladis mencari-cari Rangga..
Gladis: Ga, aku mau ngomong.
Rangga: Ngomong apa?
Gladis: (menceritakan masalah Mikha dan Morgan)..
Gladis: Ga, aku sadar kalo selama ini aku salah. Jadi, aku mau bantu mereka. Untuk masalah Rafael, kamu tenang aja, nanti aku ngomong sama dia.
Rangga: Baguslah kalo sadar. (Rangga langsung berjalan pergi meninggalkan Gladis dan tetap bersikap dingin.)
"Gue tau kesalahan gue udah melampau batas, Ga. Tapi gue berharap lo masih kasi gue 1 kesempatan." ucap gadis tersebut dengan tersenyum..
Di bandara.. Dicky agak terkejut karena Sisi berkata "Aku ga..." Maksudnya apa tuh?
Dicky: Lo ga bisa jadi cewek gue?
Sisi: (menganggukkan kepalanya)
Dicky: Oh.. Yaudah pulang gih. Sorry gue udah lancang nembak lo.. Haha.. (melangkah pergi, tapi Sisi menarik tangan Dicky dan..)
Sisi: Aku ga bisa nolak kak Dicky jadi pacarku..
Dicky: APA?
Sisi: Iya.. Aku ga bisa nolak kak Dicky. Kak Dicky udah baik banget sama Sisi.
Dicky: Jadi..
Sisi: Kak Dicky, (memeluk Dicky) maafin Sisi ya selama ini Sisi salah sadar sama perasaan Sisi. Kak Dicky yang selalu ngertiin dan sayang sama Sisi..
Dicky: Sama-sama Si..
Rainbow's cafe..
Reza: Bis, katanya Putri udah sadar tuh. Bikin party yuk!
Bisma: Boleh-boleh..
Tiara: Undang artis siapa aja?
Bisma: Udah ada SMASH? Yg ganteng-ganteng..
Rena: Bisma! Dasar ya.
Reza: Ga pernah berubah emang tuh anak gila..
Ilham dan Sylvia tiba-tiba masuk dan nimbrung..
Ilham: Woi ngumpul-ngumpul ga ngajak gue yaa.
Reza: Hai ham kita lagi ngomongin party nih.
Ilham: Gue ajak Sylvia..
Reza: Gue sama Tiara..
Bisma: Ya gue sama Rena. Morgan pasti sama Mikha, Putri sama Rafael, Rangga sama Gladis. Guntur sama Zee. Dicky?
Reza: Guntur jadian sama Zee?
Bisma: Ga tau deh. Kayaknya sih gitu..
Ilham: Dicky sama Sisi..
Reza: Sisi? Cewek yang ngejer-ngejer lo suka mimisan itu?
Ilham: Yoii gue rasa mereka udah jadian soalnya gue sama Sylvia kan..
Sylvia: Iyaa gue sama Ilham udah ngerencanain sesuatu gitu. Gue rasa berhasil..
Rena: Wow.. akhirnya kita bahagia semua ya..
Tiara: Tepuk tangan dulu dong! *prok prok*
Bisma: Belom sepenuhnya..
Rena: Maksud kamu Bis?
Putri telah keluar dari rumah sakit. Disana dia bertemu Rafael yang telah menunggu untuk mengantarnya pulang. Tapi, apa yang terjadi?
Papa Putri: Ngapain lagi kamu disini? Hah?
Mama Putri: Mending nak Rafael pulang dulu deh..
Putri: Ayah, Ibu. Putri ada perlu sama Rafael makanya Rafael kesini. Putri boleh kan pulang sama Rafa?
Papa Putri: Tapi Put..
Rafael: Saya janji Om, saya akan jaga Putri dan ga akan ngulangin kesalahan saya lagi.
Mama Putri: Yauda lah Ayah. Ini permintaan Putri, anak kita..
Putri: Putri pergi dulu ya. Bye ayah, bye Ibu..
Rafael: Permisi om, tante..
Di mobil....
Rafael: Put, maafin aku ya..
Putri: Aku udah maafin kamu kok Raf. Ini semua kecelakaan..
Rafael: Jadi kamu mau kan buka lembaran baru sama aku?
Putri: Mau. Tapi, ada syaratnya..
Rafael: Apa?
Putri: Kamu ga boleh hancurin hubungan Mikha sama Morgan. Aku tau mereka saling sayang. Rangga udah jelasin semuanya apa yang kamu bilang ke Mikha..
Rafael: Jadi?
Putri: Mikha ga salah Rafael. Ini murni kecelakaan, aku mohon kita bantu mereka ya.
Rafael: Ok kalo itu mau kamu..Aku pasti lakuin Put..
Zee's house.
Zee: Lo gapapa kan Mik?
Mikha: Gapapa Zee.
Zee: Lo jadi pergi?
Mikha: Iya. Thanks ya selama ini..
Zee: Sama-sama Mik. Lo harus kesini lagi ya.
Mikha: Pasti! :)
Taksi putih telah berdiri di depan rumah Zee. Taksi tersebut telah mengangkat semua keperluan Mikha dan Mikha telah masuk ke dalam taksi tersebut.
Zee: Kalo udah sampe telfon gue ya.
Mikha: Pasti Zee. Tenang aja. hehe bye sayang..
Zee: Bye mik..
Morgan yang menerima telfon dari Rafael yang telah menjelaskan semua kesalah pahamannya langsung menuju ke rumah Zee..
Morgan: Zee, Mikha mana?
Zee: Barusan pergi tuh taksi putih (menunjuk taksi putih yang baru jalan)
Morgan: Thanks.. (berlari dan mengejar taksi putih tersebut)
"MIKHA.. MIKHA JANGAN PERGI! Mikha gue sayang sama lo"
Sayangnya, Mikha mendengar lagu ditelinganya, makanya dia sama sekali tidak mendengar teriakan Morgan..
Rangga terduduk termangun di sebuah taman, Gladis menghampirinya..
Gladis: Rangga..
Rangga: Buat apa lo kesini?
Gladis: Gue mina maaf Ga..
Rangga: Apa salah lo? Gue ga ada hak kan ngelarang lo? (berjalan pergi tapi Gladis menarik tangan Rangga dan memeluknya)
Gladis: Gue tau selama ini gue salah Ga. Gue udah ngabain perasaan lo. Dan gue sadar gue juga...
Rangga: Semua udah terlambat Dis. Semua udah selsai..
Gladis: (berlutut) Ga, lo mau kan kasi gue 1 kesempatan lagi?
Rangga: Gue.. #bersambung
Gladis: Ga, aku mau ngomong.
Rangga: Ngomong apa?
Gladis: (menceritakan masalah Mikha dan Morgan)..
Gladis: Ga, aku sadar kalo selama ini aku salah. Jadi, aku mau bantu mereka. Untuk masalah Rafael, kamu tenang aja, nanti aku ngomong sama dia.
Rangga: Baguslah kalo sadar. (Rangga langsung berjalan pergi meninggalkan Gladis dan tetap bersikap dingin.)
"Gue tau kesalahan gue udah melampau batas, Ga. Tapi gue berharap lo masih kasi gue 1 kesempatan." ucap gadis tersebut dengan tersenyum..
Di bandara.. Dicky agak terkejut karena Sisi berkata "Aku ga..." Maksudnya apa tuh?
Dicky: Lo ga bisa jadi cewek gue?
Sisi: (menganggukkan kepalanya)
Dicky: Oh.. Yaudah pulang gih. Sorry gue udah lancang nembak lo.. Haha.. (melangkah pergi, tapi Sisi menarik tangan Dicky dan..)
Sisi: Aku ga bisa nolak kak Dicky jadi pacarku..
Dicky: APA?
Sisi: Iya.. Aku ga bisa nolak kak Dicky. Kak Dicky udah baik banget sama Sisi.
Dicky: Jadi..
Sisi: Kak Dicky, (memeluk Dicky) maafin Sisi ya selama ini Sisi salah sadar sama perasaan Sisi. Kak Dicky yang selalu ngertiin dan sayang sama Sisi..
Dicky: Sama-sama Si..
Rainbow's cafe..
Reza: Bis, katanya Putri udah sadar tuh. Bikin party yuk!
Bisma: Boleh-boleh..
Tiara: Undang artis siapa aja?
Bisma: Udah ada SMASH? Yg ganteng-ganteng..
Rena: Bisma! Dasar ya.
Reza: Ga pernah berubah emang tuh anak gila..
Ilham dan Sylvia tiba-tiba masuk dan nimbrung..
Ilham: Woi ngumpul-ngumpul ga ngajak gue yaa.
Reza: Hai ham kita lagi ngomongin party nih.
Ilham: Gue ajak Sylvia..
Reza: Gue sama Tiara..
Bisma: Ya gue sama Rena. Morgan pasti sama Mikha, Putri sama Rafael, Rangga sama Gladis. Guntur sama Zee. Dicky?
Reza: Guntur jadian sama Zee?
Bisma: Ga tau deh. Kayaknya sih gitu..
Ilham: Dicky sama Sisi..
Reza: Sisi? Cewek yang ngejer-ngejer lo suka mimisan itu?
Ilham: Yoii gue rasa mereka udah jadian soalnya gue sama Sylvia kan..
Sylvia: Iyaa gue sama Ilham udah ngerencanain sesuatu gitu. Gue rasa berhasil..
Rena: Wow.. akhirnya kita bahagia semua ya..
Tiara: Tepuk tangan dulu dong! *prok prok*
Bisma: Belom sepenuhnya..
Rena: Maksud kamu Bis?
Putri telah keluar dari rumah sakit. Disana dia bertemu Rafael yang telah menunggu untuk mengantarnya pulang. Tapi, apa yang terjadi?
Papa Putri: Ngapain lagi kamu disini? Hah?
Mama Putri: Mending nak Rafael pulang dulu deh..
Putri: Ayah, Ibu. Putri ada perlu sama Rafael makanya Rafael kesini. Putri boleh kan pulang sama Rafa?
Papa Putri: Tapi Put..
Rafael: Saya janji Om, saya akan jaga Putri dan ga akan ngulangin kesalahan saya lagi.
Mama Putri: Yauda lah Ayah. Ini permintaan Putri, anak kita..
Putri: Putri pergi dulu ya. Bye ayah, bye Ibu..
Rafael: Permisi om, tante..
Di mobil....
Rafael: Put, maafin aku ya..
Putri: Aku udah maafin kamu kok Raf. Ini semua kecelakaan..
Rafael: Jadi kamu mau kan buka lembaran baru sama aku?
Putri: Mau. Tapi, ada syaratnya..
Rafael: Apa?
Putri: Kamu ga boleh hancurin hubungan Mikha sama Morgan. Aku tau mereka saling sayang. Rangga udah jelasin semuanya apa yang kamu bilang ke Mikha..
Rafael: Jadi?
Putri: Mikha ga salah Rafael. Ini murni kecelakaan, aku mohon kita bantu mereka ya.
Rafael: Ok kalo itu mau kamu..Aku pasti lakuin Put..
Zee's house.
Zee: Lo gapapa kan Mik?
Mikha: Gapapa Zee.
Zee: Lo jadi pergi?
Mikha: Iya. Thanks ya selama ini..
Zee: Sama-sama Mik. Lo harus kesini lagi ya.
Mikha: Pasti! :)
Taksi putih telah berdiri di depan rumah Zee. Taksi tersebut telah mengangkat semua keperluan Mikha dan Mikha telah masuk ke dalam taksi tersebut.
Zee: Kalo udah sampe telfon gue ya.
Mikha: Pasti Zee. Tenang aja. hehe bye sayang..
Zee: Bye mik..
Morgan yang menerima telfon dari Rafael yang telah menjelaskan semua kesalah pahamannya langsung menuju ke rumah Zee..
Morgan: Zee, Mikha mana?
Zee: Barusan pergi tuh taksi putih (menunjuk taksi putih yang baru jalan)
Morgan: Thanks.. (berlari dan mengejar taksi putih tersebut)
"MIKHA.. MIKHA JANGAN PERGI! Mikha gue sayang sama lo"
Sayangnya, Mikha mendengar lagu ditelinganya, makanya dia sama sekali tidak mendengar teriakan Morgan..
Rangga terduduk termangun di sebuah taman, Gladis menghampirinya..
Gladis: Rangga..
Rangga: Buat apa lo kesini?
Gladis: Gue mina maaf Ga..
Rangga: Apa salah lo? Gue ga ada hak kan ngelarang lo? (berjalan pergi tapi Gladis menarik tangan Rangga dan memeluknya)
Gladis: Gue tau selama ini gue salah Ga. Gue udah ngabain perasaan lo. Dan gue sadar gue juga...
Rangga: Semua udah terlambat Dis. Semua udah selsai..
Gladis: (berlutut) Ga, lo mau kan kasi gue 1 kesempatan lagi?
Rangga: Gue.. #bersambung




Tidak ada komentar:
Posting Komentar