Wisata-Wisata Kota Pacitan
PACITAN KOTA WISATA 1001 GOA
Kota yang terbagi menjadi 12 kecamatan ini memiliki pesona wisata yg sangat menakjubkan, Tak banyak orang tau memang mengenai keindahan wisata kabupaten Pacitan ini. Wisata Alam seperti Pantai dan Goa merupakan wisata yang terkenal di kabupaten Pacitan. Kota yg juga dijuluki Kota 1001 Goa ini benar-benar memiliki keindahan dalam hal wisata alam pantai.
Sayang, obyek wisata yang mempesona ini belum bisa menjadi tujuan wisata yang digemari khususnya jawa timur. Padahal jika dibandingkan daerah lain, wisata alam pantai di Pacitan jauh lebih indah dan mempunyai fasilitas yang lengkap dan pantainya sangat alami dengan pasir putihnya serta panorama keindahan batu yang nampak seperti mengapung di lautan. Selain itu, kabupaten Pacitan juga menawarkan keindahan Goa nya, seperti Goa Gong, Goa gong merupakan goa terbesar di Asia. Goa ini sangat mengagumkan dengan batu-batu yang terbentuk alami oleh tetesan air, membuat mata yang melihat seakan tak percaya menyaksikan keindahan maha karya Tuhan yang maha Esa.
Pantas jika Pacitan di Jawa Timur mendapat sebutan sebagai “Kota Seribu Goa”. Di berbagai wilayah banyak ditemukan goa-goa yang sangat mudah dikunjungi. Keberadaan goa menjadi obyek wisata paling terkenal di Pacitan. Dua goa yang terkenal, diantaranya Goa Gong dan Goa Tabuhan.
1. GOA TABUHAN
*Sejarah Goa Tabuhan*
Menurut ceritera masyarakat sekitar, Goa Tabuhan yang ditemukan oleh Kyai
Santiko yang kehilangan lembu tetapi tidak segan lembu yang telah datang ke
goa. Lembu itu tidak ingin keluar dari goa, karena menyimpan banyak air dari
pada akar itu. Setelah belukar telah dibersihkan, goa perawatan diambil oleh
Raden Bagus Joko Lelono dan puteri Raden Ayu Mardilah.
Oleh karena keaslian bebatuan di dalam gua. Raden Bagus Joko Lelono dan Putri
Raden Ayu Mardilah, masih keturunan Kyai Santiko, membersihkan gua dari semak
belukar. Belakangan keturunan Raden Bagus Joko yang memiliki darah seni
menyebutnya sebagai Gua Tabuhan karena bebatuan menjulur dari langit-langit
ataupun yang menjulang (stalagmit dan stalaktit), dapat dijadikan alat musik
(gamelan).
Kemudian dipopulerkan oleh Kertodirodjo, wedana Punung tahun 1936 diberi nama
Goa Tabuhan, karena batu-batuan di dalamnya jika ditabuh menimbulkan ritme
laras seperti gamelan Jawa. Mungkin karena banyak cerita yang mengaitkan Goa
Tabuhan dengan perjuangan bangsa, maka goa tersebut banyak dijadikan kunjungan
objek wisata kalangan militer.
Sentot Prawirodirjo salah satu pengikut setia Pangeraan diponegoro pernah
bersembunyi dan bertapa di tempat tersebut, juga Pangeran Sambernyawa. Goa
Tabuhan konon dikenal dengan nama Tapan. Menurut penduduk setempat, Sebelum
bernama Gua Tabuhan, gua ini bernama Tapan yang berarti tempat bertapa. Saat ditemukan,
ternyata Jembunya berada dalam gua dan tidak mau keluar lagi karena di dalam
gua banyak ditemukan sumber air dan makanan. Belakangan keturunan Raden Bagus
Joko yang memiliki darah seni menyebutnya sebagai Gua Tabuhan karena bebatuan
menjulur dari langit-langit ataupun yang menjulang (stalagmit dan stalaktit),
dapat dijadikan alat musik (gamelan).
* Lokasi Goa Tabuhan *
Lokasinya berada di Dukuh Tabuhan, Desa Wareng, Kecamatan Punung, atau sekitar 35 kilometer arah barat Kota Pacitan. Daerah itu dikenal dengan kawasan perbukitan gamping Pegunungan Seribu di selatan Pulau Jawa, goa-goa yang berada di gugusan Pegunungan Seribu.
Gua Tabuhan terletak di pantai barat daya Jawa Timur. Gua ini disebut Tabuhan karena bebatuan yg ada di gua ini bisa digunakan untuk bermain musik khas jawa dan juga kerap mengeluarkan suara khas gamelan jawa. Gua ini sangat spektakuler , dengan varilored stalagmites ke atas mencapai setinggi 50 meter menuju liontin stalagtites dibentuk oleh tetesan air dari atap. Hal ini disebut sebagai gua Tabuhan karena jika lapped akan menghasilkan suara seperti irama musik Jawa (gamelan).Gua ini terletak di desa Wareng, Punung – Pacitan.
Goa ini tidak sebesar goa Gong, hanya memiliki 2 ruangan besar
Keunikan nya adalah beberapa stalagnit nya kalau di pukul mirip suara gendang."Tempat itu mulai ramai dikunjungi orang sejak 1998. Dulunya setiap minggu dipakai sebagai tradisi,” kata Wisanggeni. Penduduk bisa mendapatkan nafkah dengan cara mengadakan pertunjukan bunyi-bunyian dari stalagmit alam yang dipadu dengan suara tembang.
Goa Tabuhan yang letaknya tidak jauh dari Goa Gong, dan masih di Kecamatan Punung. Di goa ini terdapat keunikan yang tiak ditemui di goa lainnya. Terdapat stalaktit yang mengeluarkan suara merdu saat dipukul.Keindahan suara stalaktit di goa itu dimanfaatkan penduduk setempat sebagai atraksi untuk pengunjung. Jika ingin mendengar pemusik setempat memainkan musik dari stalaktit, pengunjung membayar sekitar Rp 40.000 untuk lima lagu.
Goa Tabuhan yang berlokasi di bukit kapur Tapan misalnya, memiliki langit-langit penuh akar batu yang bergelantungan. Oleh para ahli goa, proses pembentukan stalagtit dan stalagmit ini diyakini sudah berlangsung beratus tahun lalu, karena adanya reaksi kimia antara hujan dan mineral kapur. Dengan panjang rata-rata hingga tujuh meter dan diameter hingga satu meter. stalagtit dan stalagmit di goa yang termasuk wilayah Dukuh Tabuhan, Wareng, Kecamatan Punung, sekitar 24 kilometer arah barat kota Desa Pacitan ini tampak menyerupai pilar-pilar raksasa yang sangat menakjubkan. Untuk sampai ke kawasan perbukitan gamping Pegunungan Seribu dari Kota Kabupaten Pacitan tidaklah sulit Selain banyak kendaraan umum.
Sesampainya di lokasi objek wisata, selain akan disambut pedagang suvenir, wisatawan juga akan disambut penjual jasa lampu senter dan panduan masuk gua. Bila berniat menggunakan pemandu agar mengetahui sejarah dan latar belakang Gua Tabuhan, wisatawan tinggal memberi tips. Sementara bila hanya membutuhkan senter, wisatawan tinggal merogoh kocek Rp 2.000.
Sebelum masuk, kita terlebih dahulu harus menaiki anak tangga landai sejauh 10 meter, di hadapan kita terpampang mulut gua dengan tinggi 3 meter dan lebar 10 meter dengan "taring-taring" putih aneka ukuran Seperti mulut yang siap terkatup.
Taring-taring itulah pemandangan utama Gua Tabuhan, taring yang tak Iain adalah juluran-juluran stalag-mit dengan panjang mencapai 7 meter dan diameter pangkalnya 01 meter. Kalau diamati satu per satu, bisa ditemui macam-macam rupa di tiap ujung akar stalagmit Ada yang bentuknya mirip wayang, ada yang mirip sepasang kaki sedang berayun, ada juga yang seperti kepala ular. Berkunjung ke Gua Tabuhan selain menikmati fenomena alam berupa bebatuan, sekaligus menikmati simfoni gamelan yang tercipta dari bebatuan.
Masuk lebih dalam, maka akan banyak melihat berbagai macam bentukan bebatuan stalagmit dan stalaktit yang dibentuk oleh proses alam. Lebih ke dalam lagi akan bertemu dengan kelompok Mudi Laras Seloargo. Merekalah turunan Raden Bagus Joko Lelono yang hingga kini sebagai penerus memainkan gamelan dari batu Gua Tabuhan. secara rutin menjadi penghibur wisatawan yang berkunjung ke Gua Tabuhan. Ujung-ujung stalagmit maupun stalaktit ada yang berfungsi sebagai kenong, cente penerus, kempul, dan gong. Masing-masing dipukul oleh satu orang laki-laki. "Memang tidak semua bebatuan bernada, karenanya digunakan yang memiliki suara mendekati nada. Jika letak ujung stalagmitnva rendah, pemainnya cukup duduk di bangku, tapi jika stalagmitnva tinggi, pemainnya berdiri di atas bangku.
Lokasi bebatuan rang ditabuh menempel di dinding gua. Untuk membuat nyaman wisatawan, pihak pengelola membuatkan kursi dari tembok semen. "Hanya dengan membayar Rp 70.000, selama 15 menit pengunjung bisa duduk sambil menikmati lima langgani Jawa dari permainan gamelan unik yang hanya dijumpai di Goa Tabuhan
Selain menikmati bebatuan serta musik gamelan batu, wisatawan juga dapat menikmati seluk beluk gua hingga ke rongga paling dalam. Panjang Gua Tabuhan mencapai lebih dari 300 meter dengan bagian terdalam adalah rongga tempat semedi. Letaknya agak tinggi, yakni setinggi pinggang orang dewasa. Ruangannya sempit, hanya muat satu orang, dan tidak memungkinkan untuk berdiri. Berkunjung ke Gua Tabuhan selain menikmati keindahan alam berupa bebatuan, sekaligus menikmati simponii gamelan yang berasal dari bebatuan.
Jika ingin mencari souvenir gak sah bingung di sekitar tempat ini, ramai para penjual. Meski menurut mereka, goa ini hanya ramai pada saat hari libur saja. Sejumlah cinderamata yang bisa didapat di sekitar lokasi wisata, antara lain batu akik, meja batu marmer, jam dinding dari batu, patung kuda batu dan banyak perhiasan rumah tangga terbuat dari batu.
2. Goa Gong
Gua yang terletak di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan
Punung, Kabupaten Pacitan ini merupakan gua yang terindah dan terdalam diantara
gugusan gua-gua yang terletak di disekitarnya. Karena masih ada beberapa gua
lain yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gua Gong, seperti Gua Tabuhan dan
Gua Putri. Alkisah waktu itu, Dusun Pule mengalami kemarau yang panjang,
sehingga sulit untuk mencari air minum dan air untuk berbagai keperluan
sehari-hari. Maka Mbah Noyo Semito dan Mbah Joyo mencoba mencari air ke dalam
gua yang dianggapnya terlalu jauh dari rumah penduduk kurang lebih 400 meter.
Dengan menggunakan alat penerangan tradisional berupa obor (daun kelapa kering
yang diikat) hingga menghabiskan tujuh ikat, kedua kakek tersebut berhasil
menelusuri lorong-lorong gua hingga menemukan beberapa sendang dan mandi di
dalamnya. Peristiwa tersebut terhitung 65 tahun yang lalu yang dihitung mundur
dari tahun 1995.
Atas penemuan tersebut, pencarian berikutnya pun dilakukan, tepatnya pada hari Minggu Pon tanggal 5 Maret 1995, berangkatlah sejumlah rombongan yang berjumlah delapan orang untuk mengeksplore lebih jauh tentang keberadaan gua tersebut. Singkat cerita akhirnya rombongan tersebut berhasil menyusuri gua yang keindahannya bisa dirasakan sampai sekarang”
Atas penemuan tersebut, pencarian berikutnya pun dilakukan, tepatnya pada hari Minggu Pon tanggal 5 Maret 1995, berangkatlah sejumlah rombongan yang berjumlah delapan orang untuk mengeksplore lebih jauh tentang keberadaan gua tersebut. Singkat cerita akhirnya rombongan tersebut berhasil menyusuri gua yang keindahannya bisa dirasakan sampai sekarang”
3. GOA PUTRI
Goa Putri adalah goa yang di dalamnya
terdapat keindahan panorama stalagtit dan stalagmit yang cukup indeh. Goa ini
dinamakan sebagai Goa Putri karena di dalam Goa stalagtit dan stalakmit nya
konon mempunyai bentuk yang mirip seorang putri dan juga ditemukan tempat
peristirahatan yang ada di dalam goa milik seorang putri.
4. SUMBER AIR PANAS ARJOSARI
Pemandian air panas ini menyimpan berbagai khasiat dan
manfaat karena mengandung belerang, dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam
penyakit.
Terletak di Kecamatan Arjosari, kurang lebih 15 Km dari
kota Pacitan. Dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4.
5. PANTAI TELENG RIA
Pantai Teleng Ria merupakan sebuah teluk. Pantai ini
diapit oleh dua dataran tinggi yang merupakan bagian dari pegunungan kapur
Selatan yang membujur dari Gunung Kidul ke Trenggalek, menghadap Samudera
Indonesia. Kendati pantai ini disinari matahari yang terik, namun udaranya
masih terasa sejuk layaknya hembusan angin pegunungan. Untuk masuk ke kawasan
pantai ini harus membayar tiket Rp.5000,-/org dan Rp.2000,-/kendaraan
Rp.10.000,- untuk bis. Masuk kawasan pantai terdapat banyak warung yang menjual
beraneka macam makanan maupun cenderamata, juga terdapat Warung Said, Ngopi Yuk.
6. PANTAI SRAU
Pantai
Srau merupakan salah satu objek wisata andalan Kabupaten Pacitan. Berpasir
putih, memiliki deretan pohon kelapa yang rindang, dan pengunjung bisa
berkeliling di semenanjung yang menjorok ke samudra , terlihat jelas bahwa
Pantai Srau memiliki 3 sisi pantai, yaitu yang menghadap ke Timur, Selatan, dan
Barat. Pantai ini terletak di kecamatan Pringkukuh pacitan, dari
pantai ini kita bisa melihat 3 batu besar yg berjejer ditengah laut. Sangat indah dan
menkjubkan.
7. PANTAI KALAYAR
Pantai Klayar berada di kecamatan Donorojo Kabupaten
Pacitan, yang jaraknyasekitar 35 Km ke arah barat kota Pacitan. Pantai berpasir
putih ini memiliki suatu keistimewaan yaitu adanya seruling laut yang sesekali
bersiul di antara celah batu karang dan semburan ombak.
Di samping itu juga terdapat Air Mancur Alami yang sangat
Indah. Air mancur ini terjadi karena tekanan ombak air laut yang menerpa tebing
karang berongga. Air muncrat yang dapat mencapai ketinggian 10 meter
menghasilkan gerimis dan embun air laut yang diyakini berkhasiat sebagai obat
awet muda.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar